![]() |
| Ilustrasi Nia |
Peringatan: Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, masalah agama. kehidupan sosial ataupun ceita itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Categori: Milf, Selingkuh
Para Tokoh:- Nia Krisna Haryanto [Nia]
- IRT [Ibu Rumah Tangga]
- Istri Krisna Harnyanto
- 28 Tahun
- Karenina Savitri
- Karyawan Bank
- IRT [Ibu Rumah Tangga]
- Istri Candra Wijaya
- 24 Tahun
- Putri Krisna Haryanto
- Anak Krisna dan Nia
- 1,5 Tahun
- Krisna Haryanto
- Lurah
- Suami Nia
- Candra Wijaya
- Pelayar
- Suami Karenina Savitri
- Minah
- Pembantu Nia Krisna Haryanto
- IRT [Ibu Rumah Tangga]
- Istri Yanto
- 45 Tahun
- Yanto
- Tukang Kebun Nia Krisna Haryanto
- 60 Tahun
- Sudarsono [Darso]
- Pensiunan Polisi
- Duda anak 1
- 60 Tahun
Chapter 06
Sementara itu dirumah Pak Lurah...
Samar samar terlihat ada seseorang yang tengah berdiri di teras rumah, tak begitu jelas karena sorot lampu yang kurang begitu terang,malam ini Pak Lurah masih belum juga pulang dari kepergiannya tiga hari yang lalu, Ia masih ada urusan di luar kota.
Nia, istri Pak Lurah sudah tertidur, begitupun dengan anaknya yang masih baru berusia 1,5 tahun juga sudah tertidur disampingnya.
Tuuttt...Tutttt....Tuttt....
Suara dering handphone yang terdengar lumayan keras membuat Nia terbangun, tapi untunglah anaknya tidak ikut terbangun. Dilihatnya jam dinding dikamarnya sudah menunjukan pukul 23.00
Nia : "Hmmm,,,,Halo,...ini siapa?"
Darso : "Sssstt,...ini aku Darso,..."
Darso : "Sssstt,...ini aku Darso,..."
Darso : "Aku ada didepan pintu....cepat bukain pintunya...sebelum orang lain melihat"
Nia : "Hmmm,....ada apa sih Pak Darso malam malam begini ke rumah saya?"
Nia : "Hmmm,....ada apa sih Pak Darso malam malam begini ke rumah saya?"
Nia yang kesal karena sudah mengganggu istirahatnya
Darso : "Ssssttt,...aku kangen tempikmu sayang..."
Darso : "Ssssttt,...aku kangen tempikmu sayang..."
Darso : "Apa kamu nggak kangen sama kontolku?”
Nia : "Males ah,...Saya capek...."
Darso : "Jangan begitu Sayang,...."
Nia : "Males ah,...Saya capek...."
Darso : "Jangan begitu Sayang,...."
Darso : "Apa kamu mau rahasia antara kita berdua,aku sebarin ke seluruh kampung?"
Nia : "Apa apaan sih Pak Darso ini?"
Nia : "Saya kan udah bilang Saya capek”
Darso : "Jadi kamu nggak mau ngentot sama aku lagi...?"
Darso : "Ya sudah kalau begitu jangan salahkan aku"
Darso : "Kalau aku bener bener nyebarin semua rahasia kita"
Nia : "Ya udah tunggu diluar...ada ada saja..udah malam juga" terlihat cemberut.
Nia : "Ya udah tunggu diluar...ada ada saja..udah malam juga" terlihat cemberut.
Nia melangkah keluar kamar dan pergi keruang depan untuk membuka pintu depan.
"Kriitttt"
Nia membukakan pintu rumahnya.
Nia : "Pak Darso ini apa apaan sih pake ngancam segala?"
Nia : "Pak Darso ini apa apaan sih pake ngancam segala?"
Nia : "Udah gitu malem malem begini lagi, kayak nggak tahu waktu saja"
Darso : "Sttt....kita lanjut dikamar saja, aku sudah pengin ngentotin kamu"
Nia : "Saya ini capek Pak,..capek,..jadi tolong mengertilah keadaan saya"
Mendengar kata kata Nia yang terdengar ketus sedari tadi lama lama kesabaran Darso juga habis, orang tua itu jadi terpancing emosinya.
Darso : "Sttt....kita lanjut dikamar saja, aku sudah pengin ngentotin kamu"
Nia : "Saya ini capek Pak,..capek,..jadi tolong mengertilah keadaan saya"
Mendengar kata kata Nia yang terdengar ketus sedari tadi lama lama kesabaran Darso juga habis, orang tua itu jadi terpancing emosinya.
Darso : "Ya sudah kalau kamu memang memilih semua rahasia tentangmu terbongkar,..."
Darso : "Aku gak akan memaksamu"
Darso mengancam Nia dan hendak beranjak pergi, meski itu hanya siasatnya untuk menggoyahkan hati Nia.
Nia : "Tunggu dulu Pak,...baiklah kalau begitu"
Nia menghentikan langkah Darso.
Darso : "Nah begitu dari tadi kan enak,..."
Darso : "Lagi pula Aku yakin kamu juga pasti kangen sama kontolku ini,..hehehe"
Darso sambil memegangi selangkangannya.
Nia : "Ya udah kita lakuin disini saja"
Darso : "Aku nggak mau,"
Darso : "Aku maunya dikamarmu...lagi pula kalau dikamar kita bisa sambil jagain anakmu"
Nia : "Benar juga apa yang dikatakan orang tua ini" batinya.
Nia : "Ya sudah ayo kita ke kamar"
Nia : "Ya sudah ayo kita ke kamar"
Nia sambil melangkah ke kamar, tanpa menoleh ke belakang.
Darso pun mengikutinya dari belakang sambil tersenyum mesum.
Sesampainya dikamar, Nia duduk ditepi ranjang, malam itu istri Pak Lurah itu mengenakan daster berwarna putih, terlihat cantik dan molek, karena daster yang dipakai Nia tak bisa menyembunyikan lekuk lekuk tubuhnya yang indah.
Darso yang sudah pernah melihat tubuh telanjangnya saja masih dibuat terkagum kagum. Kedua mata orang tua itu tak pernah lepas pandangannya dari pantat Nia saat berjalan menuju ke kamar tadi, bulatan pantat seksi istri Pak Lurah itu terlihat membulat besar, dengan pinggang yang ramping sementara pinggang ke atas melebar, seperti biola saja body istri Pak Lurah.
Darso melepas celananya beserta CD nya dan kini kontolnya yang gemuk besar itu sudah terpampang di depan wajah cantik Nia.
Darso : "Kontolku ini selalu merindukanmu sayang,....dan akan selalu merindukanmu"
Darso melepas celananya beserta CD nya dan kini kontolnya yang gemuk besar itu sudah terpampang di depan wajah cantik Nia.
Darso : "Kontolku ini selalu merindukanmu sayang,....dan akan selalu merindukanmu"
Darso sambil memukul mukulkan batang kontolnya yang masih layu itu ke wajah Nia.
Darso "Aku juga berpikir pasti tempikmu yang legit itu juga kangen sama kontolku Ini"
Darso sambil memainkan batang kontolnya di wajah Nia, terkadang Ia juga menggesek gesekannya ke bibir wanita cantik itu.
Darso : "Sekarang buka mulutmu, kontolku ini sudah pengin di sepong sama mulutmu"
Darso meminta Nia untuk mengoral kontol Darso, meski sempat sebal pada Darso tapi wanita itu tak bisa menolak keinginan orang tua itu, karena Ia akui Darso memang sudah pernah memberikannya kenikmatan yang dahsyat, yang tak Ia dapatkan dari suaminya.
Dengan Darso hasratnya begitu menggelora, Nia merasa sedang berlayar disamudera kenikmatan yang begitu luas dan rasanya sungguh nikmat sekali.
Nia mulai menglum kontol Darso,kontol gemuk itu dijilatinya dengan lembut, sesekali wanita itu juga mengocoknya, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya.
Nia : "Slrruuppp...slruuppp...slruppp.."
Darso merem melek menahan kenikmatan.
Darso : "Ouuuuggghhhh,..teruuuusssss Sayaaaaannnnggg,....."
Darso : "Ouuuuggghhhh,..teruuuusssss Sayaaaaannnnggg,....."
Darso : "Inilah yang aku suka darimu,...seponganmu memang mantaaaaabbbb"
Orang tua itu menekan kepala Nia ke dalam selangkangannya.
Orang tua itu menekan kepala Nia ke dalam selangkangannya.
Wanita itu pun tersedak, karena ujung kontol Darso menyentuh tenggorokannya.
Nia : "Uhuukkk"
Nia : "Uhuukkk"
Nia kembali melanjutkan aksinya mengulum kontol Darso.
Nia : "Slrruuppp...slruuppp...slruppp.."
Sementara tangan Darso bergerak nakal menelusup ke dalam daster yang dikenakan Nia, tangan nakal itu mendapati dua buah benda kenyal yang bentuknya seperti gunung, tangan tangan penuh bulu itu meremas remas kedua benda kenyal itu secara bergantian.
Ada sensasi tersendiri bagi Nia saat tangan tangan Darso yang banyak ditumbuhi bulu itu bergesekan dengan kulit Nia yang halus dan lembut. Hasratnya pun seketika itu muncul, Ia rasakan hawa tubuhnya mulai menghangat, meski didalaM ruangan ber AC.
Darso memelorotkan daster yang dikenakan Nia dan menyembullah kedua payudara montok Nia yang memang tidak memakai BH. Memang sudah menjadi kebiasaan wanita itu ketika tidur tidak mengenakan BH. Payudara yang begitu indah, dengan putingnya yang berwarna kecoklatan sedang dimainkan Darso.
Setelah puas bermain dengan payudara montok Nia, Darso menjambak rambut Nia dikedua sisi kanan dan kiri, lalu Ia gerakan pinggulnya maju mundur seperti gerakan memompa.
Nia : "Oogkk,oogk,oogk,oogk,oogk,oog,"
Selang berap menit kemudian Darso mengeluarkan kontolnya dari dalam mulut Nia.
Setelah puas bermain dengan payudara montok Nia, Darso menjambak rambut Nia dikedua sisi kanan dan kiri, lalu Ia gerakan pinggulnya maju mundur seperti gerakan memompa.
Nia : "Oogkk,oogk,oogk,oogk,oogk,oog,"
Selang berap menit kemudian Darso mengeluarkan kontolnya dari dalam mulut Nia.
Darso : "Sekarang naiklah dan lepas semua pakaianmu,.."
Darso : "Giliran Aku yang akan menyenangkanmu.."
Darso meminta Nia untuk naik ke ranjang dan melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya.
Nia melakukan apa yang dipinta orang tua itu, tak perlu melawan karena sebenarnya Ia juga menginginkannya. Kini tubuh moleknya yang indah sudah bugil diatas ranjangnya.
Darso : "Ckckckckck,...."
Nia melakukan apa yang dipinta orang tua itu, tak perlu melawan karena sebenarnya Ia juga menginginkannya. Kini tubuh moleknya yang indah sudah bugil diatas ranjangnya.
Darso : "Ckckckckck,...."
Darso : "Aku memang pria beruntung bisa menikmati tubuhmu yang molek ini,..."
Darso : "Suamimu itu memang laki laki bodoh yang tak tahu keindahan,..."
Darso : "Istri secantik dan semolek ini ditinggal selingkuh"
Nia : "Sudahlah Pak Darso, jangan ingat itu lagi, bikin Saya tambah kesal"
Darso : "Hehehe,....kenapa kesal Sayang..?"
Nia : "Sudahlah Pak Darso, jangan ingat itu lagi, bikin Saya tambah kesal"
Darso : "Hehehe,....kenapa kesal Sayang..?"
Darso : "Kan ada Aku yang selalu siap memberimu kepuasan lahir dan batin"
Darso sambil cengengesan.
Darso : "Sudahlah ayo kita mulai"
Darso : "Sudahlah ayo kita mulai"
Orang tua itu, lalu naik ke atas ranjang.
Darso merentangkan kedua kaki jenjang Nia, wajahnya sudah berada didepan liang vagina Nia.Orang tua itu mulai menjilati paha Nia yang besar dan kemudian turun keselangkangan, disana lidahnya bermain disekitar liang vagina yang ditumbuhi bulu bulu tipis milik Ibu muda itu.
Sekarang lidahnya mulai menjilati vagina Nia yang bersih terawat, lidah orang tua itu menyentil nyentil bagian klitoris wanita itu, membuat Nia seperti kesetrum tapi nikmat, wanita itu pun menggelinjang sambil meremas remas payudaranya sendiri.
Nia : "Oooooouuuuggghhhhhhh,,...teruuuuuuusssssssss.....eeeennnnnnyyyyaaaakkk"
Nia : "Oooooouuuuggghhhhhhh,,...teruuuuuuusssssssss.....eeeennnnnnyyyyaaaakkk"
Darso masih asyik bermain diselangkanngan Nia, kumisnya kadang bersentuhan dengan bibir kemaluan Nia, membuat Nia jadi geli. Sesekali Darso juga memasukan jarinya kedalam vagina itu dan mengocoknya dengan cepat, membuat Nia semakin menceracau tak karuan,
Nia : "Astagaaaaaa,.....Oooooooooooogggggghhhhhhhhhhhhh"
Darso tahu, Nia sudah mengalami birahi hebat, terlihat dari vaginanya yang mulai basah, sampai akhirnya Nia pun merasa ada seuatu yang akan keluar dari vaginanya.
Nia : "Oooooooogggghhhhh,...Aku keluaaaaarrrrrrrr"
Seeerrrr....Seeerrrrr...Seeeerrrrrr....
Cairan berawarna putih bening mengucur deras dan mengenai muka Darso.
Cairan berawarna putih bening mengucur deras dan mengenai muka Darso.
Darso : "Bagaimana Sayang enak tidak?"
Darso : "Kamu akan merasakan yang lebih dari ini......"
Darso : "Sekarang bangunah dan menungging...."
Darso : "Aku ingin main kuda kudaan dulu sama kamu"
Nia bangun dan kemudian menungging.
Nia yang memang sudah diliputi nafsu birahi mengikuti saja permintaan orang tua itu. Kini posisi Nia sudah menungging, bulatan pantatnya yang besar tampak begitu menggemaskan bagi Darso.
Nia yang memang sudah diliputi nafsu birahi mengikuti saja permintaan orang tua itu. Kini posisi Nia sudah menungging, bulatan pantatnya yang besar tampak begitu menggemaskan bagi Darso.
Darso meremasi bulatan pantat besar itu dengan gemasnya, tak lama kemudian Ia menggesekan kontolnya dibelahan pantat semok Nia.
Perlahan batang kontol itu membelah vagina Nia membuat wanita itu mengernyitkan dahinya karena merasakan nyeri di vaginanya. Meski pernah dimasuki kontol gemuk Darso, namun Ia masih merasakan kontol Darso terlalu besar untuk masuk ke memeknya.
Nia : "Auuuww..pelan pelan...Pak...sakiiit"
Darso : "Tenang Sayang,..."
Nia : "Auuuww..pelan pelan...Pak...sakiiit"
Darso : "Tenang Sayang,..."
Darso : "Ini karena memang kontolku ini"
Darso : "Memang terlalu besar untuk tempikmu yang sempit ini"
Pelan namun pasti Darso mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur menggenjot vagina istri Pak Lurah itu.
Pelan namun pasti Darso mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur menggenjot vagina istri Pak Lurah itu.
Nia : "Akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh....aaaakkhhh"
Darso semakin meningkatkan tempo gerakannya, semakin lama semakin cepat dan lama lama stabil gerakannya itu. Sambil terus menggenjot, kedua tangannya meraih kedua payudara Nia yang bergerak bebas, kemudian meremasi kedua benda kenyal tersebut.
Darso semakin meningkatkan tempo gerakannya, semakin lama semakin cepat dan lama lama stabil gerakannya itu. Sambil terus menggenjot, kedua tangannya meraih kedua payudara Nia yang bergerak bebas, kemudian meremasi kedua benda kenyal tersebut.
Tak berapa lama kemudian Nia pun harus menyerah dan orgasme pun menjemputnya.
Nia : "Aaaaaaaaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhhhhhhh,......Aku keluaaaaaaarrrrrrr”
Nia : "Aaaaaaaaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhhhhhhh,......Aku keluaaaaaaarrrrrrr”
Seeerrrr...Seerrrrr...Seeerrrrrr....
Darso masih menggerakan pinggulnya, tak berapa lama Ia pun menghentikan gerakannya dan memberi kesempatan wanita itu untuk bernafas.
Darso masih menggerakan pinggulnya, tak berapa lama Ia pun menghentikan gerakannya dan memberi kesempatan wanita itu untuk bernafas.
Setelah beristirahat sebentar, Darso meminta Nia untuk tidur dalam posisi menyamping ke kiri, kemudian Darso juga sama posisinya yaitu menyamping ke kiri, tapi Darso dibelakang wanita itu. Rupanya Darso menginginkan gaya bercinta dengan posisi badan tidur menyamping, sementara Darso memeluk tubuh Nia dari belakang dan sama sama menyamping pula.
Darso memasukan kontolnya kedalam vagina Nia, perlahan lahan Ia mulai menggerakan pinggulnya menyamping kiri, memompa vagina Nia. Kedua tangannya menyelinap diantara kedua ketiak wanita itu, sambil terus menggenjot Ia palingkan wajah Nia ke arahnya, kemudian orang tua itu melumat bibir wanita cantik nan molek itu. Kedua tangannya juga tak tinggal diam meremasi kedua payudara montok Nia.
Darso memasukan kontolnya kedalam vagina Nia, perlahan lahan Ia mulai menggerakan pinggulnya menyamping kiri, memompa vagina Nia. Kedua tangannya menyelinap diantara kedua ketiak wanita itu, sambil terus menggenjot Ia palingkan wajah Nia ke arahnya, kemudian orang tua itu melumat bibir wanita cantik nan molek itu. Kedua tangannya juga tak tinggal diam meremasi kedua payudara montok Nia.
Nia kembali mendesah tak karuan,
Nia : "Akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,...aaaaakkkkhhh"
Darso terus memompa vagina Nia, kali ini tak begitu lama karena istri Pak Lurah itu sudah hampir diambang orgasme, dan akhirnya.
Nia : "Aaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkhhhhhhhh,.....Aku keluar lagi Paaaakkk"
Nia : "Akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,...aaaaakkkkhhh"
Darso terus memompa vagina Nia, kali ini tak begitu lama karena istri Pak Lurah itu sudah hampir diambang orgasme, dan akhirnya.
Nia : "Aaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkhhhhhhhh,.....Aku keluar lagi Paaaakkk"
Seeerrrr...Seerrrrr...Seeerrrrrr....
Kembali Nia mengalami orgasmenya yang ketiga kalinya, sementara Darso belum ada tanda tanda mau keluar, setelah beristirahat sebentar Darso menginginkan berganti posisi menjadi woman on top dan pada posisi inilah Darso akhirnya harus mengakui kehebatan istri Pak Lurah itu, goyangan pantatnya sungguh mampu membuatnya harus mengeluarkan amunisinya dan menembak seluruh isi rahim wanita itu.
Croootttt...Crootttt...Crooottttt....
Persetubuhan panas itu di akhiri dengan posisi misionaris, dengan keduanya sama sama tumbang dan untuk kedua kalinya pada malam itu, Darso menumpahkan cairan pejuhnya ke dalam rahim Nia.
Persetubuhan panas itu di akhiri dengan posisi misionaris, dengan keduanya sama sama tumbang dan untuk kedua kalinya pada malam itu, Darso menumpahkan cairan pejuhnya ke dalam rahim Nia.
Croootttt...Crootttt...Crooottttt....
Waktu sudah menunjukan pukul 02.00,dini hari, sudah tiga jam lamanya mereka bercinta.
Nia yang sudah orgasme berkali kali itu merasakan letih yang teramat sangat, tapi untunglah anaknya tidak rewel dan masih tertidur pulas.
Akhirnya kedua orang berlainan jenis itu pun tidur terlelap setelah puas bercinta.
Kembali lagi dirumah Nina...
![]() |
| Ilustrasi Nina |
Waktu sudah menunjukan pukul 06.00, udara pagi masih begitu sejuk, Yanto membuka matanya, Ia lihat Nina masih berada diatas tubuhnya, kontolnya yang sudah layu masih menancap di vagina Nina.
Yanto tersenyum puas bisa memerawani vagina dan juga anus Nina, mengingat ingat hal itu membuat kontol Yanto mulai menegang, masih berada didalam vagina Nina, Yanto menggerakan pinggulnya naik turun, membuat Nina jadi terbangun namun Ia merasaka sesuatu di selangkangannya lama lama menjadi enak dan nikmat.
Yanto : "Ayo,..kita lanjut lagi Lonte,.."
Yanto : "Ayo,..kita lanjut lagi Lonte,.."
Yanto : "Aku benar benar ingin membuatmu hamil"
Yanto sambil terus memompa vagina Nina.
Nina : "Akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh..aaaakkhhh"
Nina : "Akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh..aaaakkhhh"
Vagina Nina telah banjir.
Yanto pun menyuruh Nina untuk berganti posisi, kali ini dalam posisi misionaris, Yanto kembali menggenjot vagina Nina.
Nina : "Akh,,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,...aaaakhh"
Nina : "Akh,,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,akh,...aaaakhh"
Nina dalam posisi terlentang dan Yanto menindihnya, kedua kaki jenjangnya Ia lingkarkan dikedua pinggang orang tua itu. Sampai akhirnya, Nina pun mencapai puncaknya.
Nina : "Aaaaaaaaaaaaaaakkkkkkhhhhhhhhhhhhhhh"
Nina : "Aaaaaaaaaaaaaaakkkkkkhhhhhhhhhhhhhhh"
Seeerrrr...Seeerrrr...Seeerrrr....
Disusul kemudian Yanto juga mencapai puncaknya.
Yanto : "Haaaaaarrrrrrrrrrrrrrgggggggghhhhhhh"
Disusul kemudian Yanto juga mencapai puncaknya.
Yanto : "Haaaaaarrrrrrrrrrrrrrgggggggghhhhhhh"
Crrroooottt...Crrrooottt..Crrroootttt...
Banyak sekali cairan pejuh yang ditumpahkan Yanto ke rahim Nina.
Keadaan Nina sudah benar benar lemas seperti tak bertulang, rasanya Ia tak mungkin berangkat kerja hari itu.
Setelah puas meniduri Nina, Yanto mengenakan pakaiannya kembali, Ia pun bermaksud hendak pulang dan kembali bekerja dirumah Pak Lurah. Ia harus bekerja, karena takut dicap malas oleh majikannya, apalagi Ia sedang berusaha mencari simpati majikannya, terutama Bu Lurah.
Nina ditinggalnya begitu saja tergeletak lemas tak berdaya di atas ranjangnya dengan cairan sperma yang keluar dari vaginanya, karena saking banyaknya cairan sperma yang mengisi rahim Nina. Tatapan wanita itu sayu, Nina seperti mau pingsan dan akhirya karena kelelahan, Nina pun pingsan.
Sementara itu motor butut Yanto sudah melaju dijalanan, Ia harus kembali bekerja karena kebetulan tadi istrinya menelponnya tidak bisa berangkat kerja. Empat puluh lima menit kemudian ia pun tiba dirumah Pak Lurah, betapa kagetnya orang tua itu saat dilihatnya ada seorang lelaki yang sangat dikenalnya keluar dari rumah Pak Lurah.
Yanto : "Darso?"
Darso : "Yanto?"
Kedua orang tua brengsek itu bertemu.
Yanto : "Kenapa kamu bisa ada disini?"
Darso : "Yanto?"
Kedua orang tua brengsek itu bertemu.
Yanto : "Kenapa kamu bisa ada disini?"
Yanto : "Apa yang kamu lakukan So?"
Darso : "Sssssttt,.....jangan bilang bilang...Aku semalam abis ngentotin Bu Lurah"
Darso : "Sssssttt,.....jangan bilang bilang...Aku semalam abis ngentotin Bu Lurah"
Yanto : "Apa? Anjriiiitttt,.....Kamu ada makanan empuk gak ngajak ngajak"
Darso : "Kalau kamu mau pakai aja,...."
Darso : "Mumpung orangnya lagi KO..."
Darso : "Mumpung suaminya juga lagi gak dirumah... udah sono"
Yanto : "Anjriiittt,..."
Yanto : "Anjriiittt,..."
Yanto sambil ngeloyor masuk kedalam rumah Pak Lurah.
Darso juga pergi meninggalkan rumah Pak Lurah.
Kedua orang tua brengsek ini memang berteman sudah cukup lama, Darso sebagai mantan aparat penegak hukum kenal dengan Yanto saat mau menggrebek perjudian, namun saat itu Yanto diperintahkan oleh bandar judi untuk menyuap Darso.
Dari situlah awal pertemuan mereka berdua. Karena usianya sama Yanto jarang memanggil Darso dengan sebutan Pak. Begitupun Darso juga tak mempermasalahkan hal itu, karena Yanto bisa dijadikan teman untuk mata mata Darso dan mereka pun berteman sampai sekarang dan mungkin akan seterusnya, karena hubungan mereka seperti simbiosis mutualisme.
Yanto sudah berada didepan kamar Pak Lurah.
Yanto sudah berada didepan kamar Pak Lurah.
Pintu kamar itu tak terkunci dan dibukanya pelan pelan pintu kamar itu, setelah itu Yanto masuk ke dalam, saat didalam kamarnya Yanto tersenyum dan juga kagum denga apa yang dilihatnya.


0 komentar:
Posting Komentar