Pages

Sabtu, 30 Desember 2017

Hesty Klepek Klepek - Tua Tua Keladi - Single (2017)

Title: Hesty Klepek Klepek - Tua Tua Keladi - Single (2017)
Artist: Hesty Klepek Klepek 
Genre: Music Pop
Label: Nagaswara
Link: Download

Dash Uciha - Merindukanmu - Single (2017)

Title: Dash Uciha - Merindukanmu - Single (2017)
Artist: Dash Uciha 
Genre: Music Pop
Label: RK Production
Link: Download

[TPA] Azura [Pict] [18+]

Title: [TPA] Azura [Pict] [18+]
Genre: Jilbab, Nude
Format: JPG
File Size: 528 KB
 Amount: 12 Images
 Encoder: TPA [Tempat Paling Asyik]
 Watch and Download

[TPA] Azlyn Nureman [Pict] [18+]

Title: [TPA] Azlyn Nureman [Pict] [18+]
Genre: Jilbab, Nude
Format: JPG
File Size: 1.23 MB
 Amount: 21 Images
 Encoder: TPA [Tempat Paling Asyik]
 Watch and Download

Rabu, 27 Desember 2017

Virzha - Seperti Yang Kau Minta - Single (2017)

Title: Virzha - Seperti Yang Kau Minta - Single (2017)
Artist: Virzha 
Genre: Music Pop
Label: alfarecords
Link: Download

Jessica Siahaan - Bahagia Dengannya - Single (2017)

Title: Jessica Siahaan - Bahagia Dengannya - Single (2017)
Artist: Jessica Siahaan 
Genre: Music Pop
Label: Libaries Music
Link: Download

Selasa, 26 Desember 2017

Ismail Izzani - Sabar - Single (2017)

Title: Ismail Izzani - Sabar - Single (2017)
Artist: Ismail Izzani 
Genre: Music Pop
Label: World Peace Enterteinment
Link: Download

Ismail Izzani - Demi Kita - Single (2017)

Title: Ismail Izzani - Demi Kita - Single (2017)
Artist: Ismail Izzani 
Genre: Music Pop
Label: World Peace Enterteinment
Link: Download

[Cerita Sex] Seksinya Para Mama [19] [02] [18+]

Ilustrasi Ida
Peringatan: Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian, masalah agama. kehidupan sosial ataupun ceita itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Categori: Jilbab, MILF, Selingkuh
Para Tokoh:
    • Ida
      • Guru Pengajian
      • IRT [Ibu Rumah Tangga]
      • Anak Pertama Alm Salim dan Almh Maemunah
      • Istri Arman
      • 35 Tahun
    • Dewi
      • IRT [Ibu Rumah Tangga]
      • 35 Tahun
    • Dahlia
      • IRT [Ibu Rumah Tangga]
      • Istri Junaedi
    • Arman Ardiansyhah
      • Pegawai Kantor
      • Suami Ida
      • Ayah Rendy
      • Keponakan Asman
      • 58 Tahun
    • Rendy Ardiansyah
      • Anak Arman dan Ida
    • Ishak
      • Sopir Pribadi Keluarga Arman [Khusus Ida]
    • Ujang
      • Tukang Kebun Keluarga Arman
    • Junaedi
      • Ketua Pensantren [Pemilik Pesantren]
      • Suami Dahlia
      • 65 Tahun










    Chapter 19 
    Part 02

    POV Ida

    Flas Back...

    Sayapun mengambil sarung Pak Ishak dan pecinya.

    Saya letakan di meja rias.

     Saya pun mencopot mukena dan langsung masuk ke kemar mandi yang ada didalam kamar saya.

    Saya pun mandi dan mengambil wudu.

    Setelah mengambil wudu saya langsung pakai lagi mukena yang tadi, terus solat isa.

    Saat saya sedang solat Pak Ishak bangun,dan mengajak saya untuk bersetubuh lagi.

    Ishak : “Bu cepetan solatnya saya udah nggak sabar nih pengen ngentotin Ibu lagi".

    Saat sedang uluk salam, kemaluan pak ishak sudah berada di depan muka saya.

    Sayapun langsung menghindarinya.

    Saya : “Bapak apa-apaan sih sayakan lagi solat."

    Ishak : “Abis saya pengen ngentotin Ibu lagi nggak tahan nih"

    Saya : “Kan baru juga tadi Bapak ngentotin saya masa pengen lagi".
    Ishak : “Nggak tau Bu, soalnya kontol saya selalu ngaceng kalo deket Ibu"

    Pak Ishak sambil menunjukan kemaluannya kepada saya.

    Saya : "Ya udah cepet, saya pengen tidur ni ngantuk"

    Sayapun langsung menungging dan menggulung mukena saya.


    Pak Ishak pun langsung menyodoknya dengan ritme yg sangat cepat.

    Pploookk..ploookkk..plookkk..

    Saya : “Aahhh..aahhh...Paaakk...Paakk...aahhh....uuhh....aakkhhhh...ahhhh...”

    Saya : “Ppaakk...pelaaan...pelaann...pakk..sayaakaannn..llaagiiii....hamiiilll..."

    Ishak : “Iya Bu maaf, abis kata Ibu harus cepat".

    Pak Ishak pun berhenti sejenak.

    Saya : “Maksud sayaahh..harus cepat keluarnya".

    Ishak : “Ya gimana caranya Bu?"
    Saya : “Ya udah terserah Bapak, yang penting jangan cepet-cepet nyodoknya"

    Ishak : “Ya udah Ibu tiduran aja di kasur, buka dan angkat kaki Ibu"

     Sayapun langsung tiduran dikasur dan menggulung mukena saya sampe perut,kubuka kaki saya dan tersedialah kemaluan saya di depan Pak Ishak.

    Ishak : “Memek Ibu bagus amat sih”

    Ishak : “Ibu udah cantik pinter ngaji baik lagi memeknya rela dientotin"

    Saya : “Udah Pak jangan memuji cepet sodok"

    Ishak : “Kenapa Ibu udah nggak sabar ya?"

    Saya : “Ya saya.. Pengen cepet selesai aja Pak, nggak kuat ngantuk"

     Pak Ishak pun bukannya memasukan kemaluannya pada saya dia malah mendekatkan mukanya ke kemaluan saya.

    DEGH...

     Sayapun kaget setelah saya rasakan Pak Ishak menyedot kemaluan saya, terus mejilatinya dengan sangat rakus.

    Sluuurrrpppp..Sluurrrppp...

    Saya : “Aaaahhhh...Ppaaakkk...Baaapaaakkk nggapaainnn...?”

    Saya : “Ittuukaannn...jooorookk...Paaakkk....ahhhhkkkk....”

    Saya : “Ooohhhh...aadduuuuhhhh....aduuuhhhh...."

    Pak Ishak tidak berhenti sampai saya merasakan kenikmatan itu lagi.

    Saya : “Aaaaaakkkkkkkhhhhhhhh.....Paaaakkkkkk....."

     Sayapun sedikit menjerit sambil mengeluarkan cairan yang sangat banyak dan menyemprot mengenai muka dan badan Pak Ishak.

    Sseeeeerrrrrrr.....seeeerrrrrr....

    Saya : “Eeehh...maaf Paakkk".

    Ishak : “Nggak apa Bu, gimana rasanya?"

    Saya : “Enak banget Pak hhhhhh...tadi itu apa Pak...hhhhh?"

    Ishak : “Tadi itu namanya squirt Bu".

    Ishak : “Sudah siap Bu di sodok?"

    Saya : “Siap Pak.."

    Malam itupun untuk kedua kalinya Pak Ishak menyutubuhi saya

     Dan setelah menyutubuhi saya Pak Ishakpun langsung keluar, meninggalkan saya berbaring dengan mukena yang masih menempel di tubuh dan bercampur dengan cairan yang lengket.

     Setelah persetubuhan pertama saya dengan Pak Ishak. Saya sangat ketagihan dan ingin terus merasakan kenikmatan itu setiap hari. Sayapun akhirnya mengerti mengapa Ibu Dewi melakukan persutubuhan itu, ternyata Ibu Dewi ingin mendapatkan kenikmatan itu setiap hari dan saya merasakannya sekarang dan saya ingin mendapatkan kenikmatan itu setiap hari.

     Saya pun melakukan persutubuhan itu setiap hari dengan Pak Ishak, sampai kehamilan saya memasuki bulan yang ke sembilan, sayapun menghentikan persutubuhan itu dan menuggu kelahiran anak saya. Pak ishak pun mengerti dan tidak mempermasalahkannya.


    Anak sayapun lahir sehat walafiat dan saya beri nama dia Rendy Ardiyanshah.


     Setelah saya melahirkan, Pak Ishak pernah mengajak saya untuk kembali mengulangi persutubuhan itu. Saya pun menolaknya dan memintanya untuk menghentikan perbuatannya itu, jika tidak saya akan memecatnya. Ancam saya padanya.


    Mungkin karena takut acaman saya,diapun meminta maaf dan akan menghentikaannya.

     Setelah 5 tahun lamanya saya tidak merasakan kenikmatan itu lagi, saya berniat ingin merasakannya kembali.


     Seperti pada saat itu, di hari minggu yang cerah dan waktu sudah menunjukan pukul 09:00 sebentar lagi pengajian akan saya mulai, saya menyiapkan makanan dan minuman di dapur untuk para ibu-ibu pengajian, saya melihat anak saya yang masih kecil sedang bermain dengan kucingnya di halaman rumah.


    Dan Pak Ishak sedang saya suruh ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur.

     Dan saya melihat Pak Ujang sedang memotong rumput dengan hanya memakai kaos oblong putih dan celana kolor hitam sebawah lutut.

     Tidak tahu kenapa akhir-akhir ini kemaluan saya selalu berdenyut-denyut jika melihat laki-laki, mungkin sudah terlalu lama saya tidak merasakan kenikmatan itu lagi.

     Dan saya pun tidak bisa menahannya lebih lama lagi, saya langsung memanggil Pak Ujang yang sedang memotong rumput.


    Saya : “Paak..Pak Ujang sini geh".


    Pak Ujang langsung meletakan mesin pemotong rumput dan menghampiri saya yang berada di dapur.

    Ujang : “Iya Bu, ada apa?"

    Saya : “Coba saya pengen liat punya Bapak"


    Ujang : “Apak Bu...Pengen liat punya saya?"

    Pak Ujang dengan wajah kagetnya.

    Saya : “Iya Pak, cepetan saya nggak ada waktu lagi"

    Saya yang waktu itu memakai gamis hitam disertai selendang putih dan jilbab putih.


    Ujang : “Ibu kenapa?"

    Saya : “Nggak kenapa-napa, cepet Pak"

    Pak Ujang pun langsung melorotkan celana kolornya.


    Saya : "Oohhh"

    Aku melihat benda itu lagi dan kemaluan sayapun makin berdenyut kencang.

     Sayapun langsung menungging dan mengangkat gamis seatas pinggang serta melorotkan celana dalam saya sampe lutut.

    Saya : “Pak.. Tolong sodok memek saya"

     Pak Ujang kaget bukan main dan langsung mundur ke belakang sambil mengangkat kolornya kembali.

    Ujang : “Bu sadar Bu eling, Ibu ini kenapa?"


    Saya : “Udah cepetan Pak, nanti saya jelasin"

    Pak Ujang masih bingung dan hanya diam di tempat.

    Sayapun langsung menyuruh Pak Ujang tiduran di lantai dapur.

    Saya : “Ya udah... Bapak tiduran aja dilantai"

    Perintah saya dengan nada yang sedikit meninggi.

    Pak Ujang pun langsung tiduran

    Dan sayapun langsung kembali melorotkan kolornya.

     Setelah itu saya genggam kemaluannya dan saya kocok, dirasa sudah mengeras saya langsung arahkan kemaluannya pada saya.

    Dan sayapun hampir berteriak betapa nikmanya persetubuhan ini.

    Saya : "Oooohhhh".

     Anak saya yang masih kecilpun langsung menoleh kearah Mamanya yang sedang menduduki Pak Ujang yang berbaring, mungkin dia sedikit kaget mendengar jeritan Mamanya dari kejauhan

    Rendy : "Mama kenapa?"

    Si kecil bertanya pada mamanya yang sedang menggoyangkan badannya di atas Pak Ujang.

    Saya : “Nggak apa-apa ooohhhh...mmhhh..kaaamuuu...teruussin...ajaahhh...mainnya....”


    Saya : “Aahhhhh...aahhh..Paakkk...ouuuhhh...."

    Pak Ujang hanya diam, mungkin dia masih tidak percaya apa yang sedang terjadi.


    Rendy : "Iya Maa.."


    Sikecil Rendypun menurut, dia langsung bermain kembali dengan kucingnya.

    Saya : “Ooohhh...aahhh....aahh...Paakkk...enaakkk.."

    Plookk...plookk..plookk..


     Pak Ujang pun masih tidak ada reaksi, dia hanya diam dan menutup matanya, mungkin dia masih tidak percaya dengan istri majikannya yang seorang pemimpin pengajian dan masih menggunakan baju layaknya Ibu Ustazah bergoyang mendesah keenakan di kemaluannya. Ternyata Pak Ujang lebih sopan dibandingkan Pak Ishak.

    Lagi enak-enaknya menggoyang, tiba-tiba ada yang mengucapkan salam di luar.

    "Asalamualaikum"

    Ternyata waktu sudah menunjukan pukul 09:30.

    DEGH...DEGH...

     Saya kaget bukan main begitupun Pak Ujang, saya langsung berdiri dan memakai celana dalam saya kembali.

    Pak Ujangpun langsung lari kebelakang.

    Dan saya lari ke depan untuk menemui para Ibu.

    Saya : “Waalaikum salam, eh Ibu Hajjah, Silahkan silahkan semuanya masuk"


    Saya mempersilahkan kepada mereka.

     Ibu Hajah Dahlia ini memang selalu menghadiri acara pengajian saya, karena beliau adalah istri Pak Haji Junaedi yang sudah memberikan ijin mengajar kepada saya.

     Setelah mempersilahkan mereka, sayapun langsung kedapur untuk mengambil minuman dan makanan buat mereka.

    Saya : “Gimana Bu pada sehat?"

    "Alhamdulilah Bu" jawab mereka bebarengan.



    Setelah menyediakan minuman dan makanan, sayapun permisi kebelakang.

    Saya : “Bu..Permisi ke belakang dulu ya sebentar".

    "Iya Bu silahkan.." Jawab mereka

    Sayapun Mencari Pak Ujang di halaman rumah, karena kemaluan saya masih enyut-enyutan.


    Saya melihat si kecil masih bermain, saya suruh Rendy untuk menghampiri Ibu di dalam.

    Saya : “Sayang cepetan masuk, waktunya tidur siang"

    Rendy : "Iya Ma"

    Diapun langsung masuk ke dalam.

    Dan saya pun memanggil Pak Ujang.

    Saya : “Paak..Pak Ujang"

    Pak Ujang langsung keluar dari gudang.

    Ujang : “Iya Bu, ada apa?"


    Saya : “Terusin yang tadi Pak, belum tuntas"

    Ujang : “Bu, kan banyak ibu-ibu, nanti ketahuan gimana?"

    Saya : “Pak.. Ibu-ibu kan di dalem, kita kan di luar, nggak akan ketahuan, percaya deh sama saya"

     Sambil saya kembali membuka celana dalam saya dan mengangkat gamis saya, lalu saya tunggingkan badan saya di kursi halaman rumah.

    Saya : “Cepet Pak.. Kita nggak punya banyak waktu sebentar lagi saya mulai pengajiaannya".

    Ujang : “Iya Bu"

     Sekarang Pak Ujang tidak malu-malu lagi, diapun langsung membuka kolornya dan mengarahkan kemaluannya ke lobang peranakan saya.

    Saya : “Ooouuuhhh....enaaakkk...."

    Lenguhku menikmatai kemaluan Pak Ujang di dalam kemaluan saya.

    Pak Ujang pun langsung menggenjotnya dengan cepat, sampe saya mendesah keenakan.

    Pploookkkk...plookkk...plookkk...

    Saya : “Oooohhhh...Paaaakkk...uuhhhh...uuhhh....hmmmmm...”

    Saya : “Yaaahhh.....gituuu...paakk...aahhh...aahh...aahh...”

    Saya : “Mmmhhhhmmmm...eennaaakkk...Paakkk..."

    Ujang : “Iyaa...Buu..sayaa..jugaa..enaak...di keluarin dimanaa..Bu?"


    Saya : “Hhhheeeehhh...ooohhhh...diii..luaaarr...aajaaa....Paaakkk...ooohhhh...".


    Setelah beberapa menit saya tidak tahan lagi, badan sayapun bergetar.

    Saya : “Paaakkk...saaaayyyaaa...nyammpeee...Paaakkk...oohhhh....aaaahhhhh..."

    Sseeerrr...

    Ujang : “Iyaaa..Buu..Sayaaa..jugaaa...".


    Pak Ujangpun langsung mencabut kemaluannya dan mengeluarkan cairannya di rumput halaman.

    Ccrrooottt...crroott...

    Setelah itu saya merapikan baju gamis saya dan masuk kedalam untuk memulai pengajian.

     Setelah persutubuhan saya dengan Pak Ujang, hidup saya menjadi berbeda, saya selalu menginginkan kemaluan pria di dalam tubuh saya.

     Pernah waktu saya sedang memasak dan anak saya si kecil Rendy berada di ruang tengah sedang menonton tv, Pak Ujang masuk.


    Ujang : “Bu..Saya mau kematrial, mau beli teriplek, soalnya dinding digudang sudah pada bolong"

    Saya : “Ooh.. Iya Pak sebentar, Rendy sayang"


    Panggil saya pada anak saya yang sedang menonton tv.

    Rendy : "Iya Mah"

    Saya : “Ambilin dompet Mama gih di atas"

    Rendy : "Iya Mah"


    Rendypun langsung menuju ke atas.

    Saya : “Dompetnya di dalam tas merah yah"

    Rendy : "Iya Mah".

     Saat Rendy menuju ke atas, saya langsung mengangkat daster saya sampe ke pinggang, pada saat itu saya memakai daster tipis dan jilbab biru tanpa mengenakan celana dalam dan beha.

    Saya : “Pak..Sebelum pergi sodok dulu memek saya Pak.."

    Ucap saya sambil menunggingkan sedikit tubuh saya.


    Ujang : “Iya Bu.."

    Pak Ujangpun langsung membuka seleting celana sontognya.

    "Saya juga mau Bu..".

    DEGH...

     Saya dan Pak Ujangpun langsung menoleh ke belakang sambil saya menurunkan kembali daster saya dan Pak Ujang kembali menyeletingkan celananya.

     Ternyata Pak Ishak sudah berdiri sambil tangannya memainkan kemaluannya yang sudah sangat tegang dibalik sarungnya.

    Sambil tersenyum.

    Ishak : “Pak Ujang kan mau kematrial Bu,udah saya aja yang nyodok memek Ibu"


    DEGH...

    Ujang : “Ehh..Pak Ishak ..lancang sekali anda bicara seperti itu ke Ibu"


    Dengan nada yg tinggi.

    Ishak : “Kenapa Pak, kok marah-marah?"

    Ujang : “Anda yang kenapa, pake nanya lagi.."

    Ishak : “Eh..Pak biasa aja dong, tuh liat Ibu aja gak marah, sewot amat."

    Ujang : “Anjiiinggg..."

    Sambil melangkahkan kakinya menghampiri Pak Ishak.

    Sayapun langsung memegang tangannya.

    Saya : “Udah Pak.. Jangan berantem, malu sama tetangga".

    Ujang : “Tapi dia..Udah kelewatan Bu".

    Saya : “Nggak apa-apa"

    DEGH...

    Ujang : “Loh.. Kok nggak apa-apa Bu?"

    Tiba-tiba Rendy turun dengan membawa dompet dan menghampiri saya.

    Rendy : "Ni Mah"

    Sambil memberikan dompetnya pada saya.

    Saya : “Makasih yah sayang, pinter anak Mama"

    Sambil Rendy menuju ruang tengah dan kembali menonton TV.

    Pak Ujang dan Pak Ishakpun hanya diam.


    Saya : “Nih Pak beliin beras,sama ayam dan telor ya"

    Saya sambil memberikan uang kepada pak ujang.

    Ujang : "Ohh..Iya Bu, permisi, asalamualaikum.."

    Saya : “Iya Pak.. Silahkan".

    Ujang : “Urusan kita belum selesai".


    Pak Ishak pun hanya diam dan tersenyum santai sambil menggelengkan kepalanya.

    Saya : “Pak Ishak, kanapa tadi Bapak masuk tiba-tiba?"


    Ishak : “Pintunyakan kebuka Bu, jadi saya nyelonong aja”

    Ishak : “Ehhh..Ternyata Ibu mau ngentot sama Pak Ujang"

    Saya : “Ppsssttt...jangan keras-keras, nanti kedengaran anak saya"

    Ishak : “Dia juga nggak bakalan ngerti ini Bu, masih kecil"


    Ishak : “Ohh.. Iya Bu, Ibu kenapa kalo diajak ngentot sama saya nggak mau?”

    Ishak : “Kalo sama Pak Ujang aja ngasih"

    Saya : “Bukannya nggak mau waktu dulu kan saya baru lahiran”

    Saya : “Terus saya mau mengurus anak dulu"

    Ishak : “Terus kenapa waktu dulu ngancam saya mau dipecat segala?"


    Saya : “Ya waktu dulu saya lagi males aja ngentot, pengen ngurus Rendy dulu".

    Ishak : “Terus kalo sekarang Ibu pengen ngerasain ngentot lagi gitu"

    Saya : “Iya Pak..Soalnya sekarang memek saya enyut-enyutan terus kalo ngeliat laki-laki"

    Ishak : “Wah sekarang Ibu benar-benar berbeda”

    Ishak : “Ya udah Bu, bolehkan sekarang saya ngentotin Ibu".

    Saya : “Boleh Pak, tapi jangan disini ada anak saya"

    Ishak : “Rendykan masih kecil Bu, dia nggak bakalan ngerti ngentot"


    Saya : “Tapi saya risih Pak, masa ngentot di liatin anak sendiri"

    Ishak : “Risih gimana Bu, emang Ibu pernah ngentot diliatin anak sendiri?”

    Ishak : “Nggak apa-apa, coba aja dulu gimana sensasinya ngentot di liatin anak se diri"

    Saya : “Aah..Gak mau saya gila Bapak ini, saya nggak mau telanjang di depan anak sendiri"


    Ishak : “Yang mau telanjang itu siapa, kitakan nggak telanjang"

    Saya : “Terus gimana caranya"?.

    Ishak : “Ayoo.. Ikutin saya Bu.."

     Pak Ishak pun langsung menarik saya menuju sofa ruang tengah yang dimana Rendy masih asik menontot film kartunnya.

    Saya : “Ehh.. Anak Mama yang ganteng, lagi nonton apa?"

    Rendy : "Ini Mah... Nonton Upin Ipin"

    Sambil matanya tetep fokus nonton.

    Saya : “Kok disini sih Pak, nggak di dapur aja?"

    Ishak : “Yah..Kan mau mencoba sensasi baru Bu"

    Sambil berbisik.

    Saya : “Pak gimana caranya kita ngentot di sini?"


    Ishak : “Udah sekarang masukin kepala Ibu kedalam sarung..!!"

    Perintahnya sambil meremas susu saya dibalik daster.

    Saya : “Terus gimana..Kalo Rendy ngeliatin Pak?"


    Ishak : “Nggak bakalan, udah cepet jongkok..!!"

     Sayapun berjongkok di depan Pak Ishak yang sedang duduk menghadap ke Tv dan Saya masukan kepala saya sambil melirik ke arah Rendy,langsung saya genggam kemaluannya Pak Ishak dan Saya masukan ke mulut, saya kulum jilat sedot kemaluannya Pak Ishak.

    Hhhllluuppppp...nnnyyooooottt....mmhheemmm...sshhlluuuppp...


     Setelah beberapa menit Pak Ishak mengeluarkan saya dari sarungnya dan menyuruh saya untuk berdiri.

     Sambil saya berdiri membelakangi Rendy, Pak Ishak menyibakan daster depan saya dan menjilati kemaluan saya.

    Slruuuppp...Slruuuppp...

    Saya : “Oooouuuhhh....Paaakkk....Paakkk.."

     Karena desahan saya yg sedikit keras, Rendypun menoleh kebelakang dan melihat Mamanya sedang berdiri sambil Pak Ishak di depan Mamahnya sedang melakukan sesuatu.


    "Hhlllhhluuppp....sshhllluuppp..."

    Rendy : "Mama sama Pak Ishak lagi ngapain?"


    Saya pun langsung menoleh dan menjawab Rendy sambil menahan desahan.

    Saya : “Ooohhh....mmmhhhmmm...Maammaaa...laaggiiiii...”

    Saya : “Ooouhhh...Mama lagiii di obatin saammaa...mmmhhmmm..”

    Saya : “Sama Pak Ishak saahhyaangg...oohhh..Ppaakk"

    Saya sedikit menjerit karena Pak Ishak menyedot kemaluan saya.


    Rendy : "Ohh...Kok Mama kaya yang udah sambal gitu"

    Saya : “Oohh...nggaakk...Maamaa...cumaann...”


    Saya : Mmmhhmmhhh...nahaaann...nyeeriii..sahhyaanngg....ohhh...”

    Saya : “Uddaahhh...Paakk...aahhh...sayyaaa..keluaarr...Paakkk...oooouuhh..."

    Seerrrr...


     Sayapun langsung tergeletak di sofa dan saya lihat cairan kemaluan saya sangat banyak di muka Pak Ishak.

    Rendy pun keheranan melihat saya yang langsung tergeletak di sofa.

    Rendy : "Mama..kenapa?"

    Saya : “Hhhhaaaahhh...hhhmm....Mama nggak apa-apa Nak... Cuma cape”

    Saya : “Udah kamu nonton aja, jangan liatin Mama..hhhh..."

    Pak Ishak pun berhenti menjilati kemaluan saya dan menyuruh saya untuk berbaring di sofa.

    Ishak : “Bu...Berbaring Bu"

    Saya : “Nggak lah Pak, terusinnya di atas aja..!!"

    Ishak : “Loh Bu kenapa?”

    Ishak : “Kan katanya tadi pengen di pijit"

     Rendy pun yang kembali menonton sambil sesekali dia melirik saya dengan Pak Ishak yang keringatan.

    Saya pun langsung beranjak pergi ke atas dengan dengan daster yang aut-autan, serta jilbab yang sudah lecek.


    Sayapun masuk ke kamar dan melepaskan kain yang menempel di tubuh saya.

    Pak Ishak pun mengikuti saya dari belakang menuju kekamar saya.

    Saya pun mengulangi persutubuhan itu lagi bersama Pak Ishak di dalam kamar.






    [Bersambung...]







      Seksinya Para Mama Chapter 20













    Sumber: 
    Semprot by koga49